Ada banyak orang yang kepingin sampai tujuan tapi tak tahu jalan.
Ada banyak orang yang dengan tekun mengerjakan sesuatu tapi koq hasilnya malah nihil.
Kalo istilah sunda itu namanya: "cape gawe teu ka pake" .
Segala sesuatu ada ilmunya.
kenapa harus pake ilmu?
Ya, biar gampang. Biar mudah. Biar simple. Biar gak ribet.
Lalu kenapa ada banyak orang yang rajin sholat, tapi koq masih rajin juga melakukan maksiat?
Nah lho?
Bukankah Sholat itu bisa atau mampu mencegah kemaksiatan?
Jadi..
Sangat di sayangkan...
Banyak orang yang berharap sholat dan do'anya itu di terima, tapi koq ternyata malah menjadi dosa.
Apanya yang salah?
Lha, gimana sholatnya mau sah, wong wudhunya aja semerawut koq!!
Nah lho!!
Jadi..
Jadi apa?
Ya jadi BATAL...
Nnngggantungg.....
Cari Blog Ini
Jumat, 03 Desember 2010
AURA NEGATIV YG BEREDAR DI SEKELILING KITA
WASPADALAH.....!!
Barangkali karena aku ini sudah sering berpindah-pindah tempat tinggal,
maka tubuhku ini bisa menjadi begitu peka terhadap aura sekeliling.
Sulit memang bagiku untuk menjelaskannya dengan kata-kata.
Namun jika ada yang bertanya padaku soal aura sebuah tempat maka aku ini bisa langsung menjelaskannya.
Aku pernah jwengkel oleh seseorang yang baru saja keluar dari ruang ATM--
hanya gara-gara ia sama sekali tak memberitahuku bahwa mesin uang itu rusak,-
sementara akulah satu-satunya pihak yang menunggu lama di belakangnya.
Ia ngeloyor begitu saja dan aku harus mengalami soal yang sama;
yakni: Sebuah kesialan yang sama sekali tak perlu jika orang ini mau sedikit saja berderma dalam bentuk memberi tahu.
Yup,
Sebetulnya aku memang tak benar-benar butuh jasanya.
Karena di negara ku ini orang cuek seperti itu memang tak terhitung buuuuanyaknya.
Maka katimbang harus tersinggung setiap hari lebih baik aku menganggap pemandangan itu sebagai soal yang jamak-jamak saja.
Lho, jangankan soal yang semacam itu.
Bahkan ada juga hal-hal yang membuat kita, bahkan semua orang pun jwengkel kalang kabut oleh sesuatu yang sebetulnya bisa di tertibkan.
Misalnya ada saja angkutan kota yang dengan tekun menunggu penumpang sambil tak merasa jika ia tengah mengangkangi jalan dan menimbulkan kemacetan puuuanjang di belakangnya.
Swehingga, perang klakson pun tak terelakan lagi.
Mending kalo hanya sekadar perang suara bising klakson.
tapi malah sampai ada yang nekat nguamuk-nguamuk turun ke jalan sambil sumpah serapah tak karu-karuan.
Atow, masih ada saja sopir taksi yang seluruh kabinnya pengap oleh asap rokok sehingga bau taksi itu tak lebih dari sebuah ASBAK besar.
Lumayan jika cuma rokok.
Bahkan, beberapa sopir di antaranya malah masih ada yang TEGA mengencingi mobilnya sendiri begitu KEBELET tiba.
Si sopir ini cukup hanya dengan membuka pintu mobil dan menjadikannya sebagai dinding TOILET PORTABLE.
Habis perkara.
Maka itu, janganlah heran.
Jika taksi lain ada yang sekadar berbau ASBAK.
Maka taksi yang ini malah telah menjadi WC umum.
CONGRATULATION....
Oya, jangan tanya pula bagaimana tentang buanyaknya perokok yang salah ruang.
Tidak cuma di bus-bus omprengan yang pengap dan sesak,
di restoran-restoran yang jelas-jelas serba tertutup dan berpendingin ruangan,
tetapi juga di rumah-rumah mereka sendiri.
Bahkan ada seorang bapak-bapak yang sedang menimang bayinya lengkap dengan rokok mengepul di bibirnya seperti ketel uap dari mulutnya, dengan bayi sendiri sabagai penadahnya.
Maka jangankan orang lain, bahkan bayi sendiri pun di asapi gitu lho!!!
Jadi, jika cuma ada seseorang yang enggan memberi tahu tentang mesin ATM yang rusak kepada pemakai berikutnya, itu adalah soal yang memang harus di maafkan dan kalau perlu malah harus disambut dengan gembira.
Kawanku...
Di Indonesia ini, cadangan maaf memang harus demikian besarnya karena jumlah pelanggaran dan kesalahan sepertinya memang jauh di atas jumlah maaf yang tersedia.
Walau yang belangsung itu sesungguhnya pasti bukan lagi peristiwa maaf-memaafkan tetapi sudah menyerupai sikap putus asa.
Putus asa kepada jumlah pelanggaran yang telah di luar takaran itulah yang kemudian membuat kita secara bersama-sama memilih diam dan seolah-olah sabar terhadap kesalahan.
Dan itulah keadaan yang disebut oleh Stephen Covey sebagai konspirasi gelap.
Konspirasi yang tidak terang-benderang, seolah-lah tidak ada tetapi begitu nyata dan ganas daya rusaknya.
Karena konspirasi ini ibarat seseorang yang sedang berlari bersama-sama, saling bantu-membantu, dorong mendorong, tarik-menarik tetapi koq cuma untuk masuk ke satu lubang secara berjamaah.
Nah, konspirasi semacam inilah yang rasanya sedang berlangsung di sekujur urusan, secara intensif, pasti dan berbahaya.
Itulah yang di sebut keadaan saling dukung mendukung.
BAHU MEMBAHU MEMBELA YANG KELIRU
MAJU TAK GENTAR MENDUKUNG SANG ONAR!
Barangkali karena aku ini sudah sering berpindah-pindah tempat tinggal,
maka tubuhku ini bisa menjadi begitu peka terhadap aura sekeliling.
Sulit memang bagiku untuk menjelaskannya dengan kata-kata.
Namun jika ada yang bertanya padaku soal aura sebuah tempat maka aku ini bisa langsung menjelaskannya.
Aku pernah jwengkel oleh seseorang yang baru saja keluar dari ruang ATM--
hanya gara-gara ia sama sekali tak memberitahuku bahwa mesin uang itu rusak,-
sementara akulah satu-satunya pihak yang menunggu lama di belakangnya.
Ia ngeloyor begitu saja dan aku harus mengalami soal yang sama;
yakni: Sebuah kesialan yang sama sekali tak perlu jika orang ini mau sedikit saja berderma dalam bentuk memberi tahu.
Yup,
Sebetulnya aku memang tak benar-benar butuh jasanya.
Karena di negara ku ini orang cuek seperti itu memang tak terhitung buuuuanyaknya.
Maka katimbang harus tersinggung setiap hari lebih baik aku menganggap pemandangan itu sebagai soal yang jamak-jamak saja.
Lho, jangankan soal yang semacam itu.
Bahkan ada juga hal-hal yang membuat kita, bahkan semua orang pun jwengkel kalang kabut oleh sesuatu yang sebetulnya bisa di tertibkan.
Misalnya ada saja angkutan kota yang dengan tekun menunggu penumpang sambil tak merasa jika ia tengah mengangkangi jalan dan menimbulkan kemacetan puuuanjang di belakangnya.
Swehingga, perang klakson pun tak terelakan lagi.
Mending kalo hanya sekadar perang suara bising klakson.
tapi malah sampai ada yang nekat nguamuk-nguamuk turun ke jalan sambil sumpah serapah tak karu-karuan.
Atow, masih ada saja sopir taksi yang seluruh kabinnya pengap oleh asap rokok sehingga bau taksi itu tak lebih dari sebuah ASBAK besar.
Lumayan jika cuma rokok.
Bahkan, beberapa sopir di antaranya malah masih ada yang TEGA mengencingi mobilnya sendiri begitu KEBELET tiba.
Si sopir ini cukup hanya dengan membuka pintu mobil dan menjadikannya sebagai dinding TOILET PORTABLE.
Habis perkara.
Maka itu, janganlah heran.
Jika taksi lain ada yang sekadar berbau ASBAK.
Maka taksi yang ini malah telah menjadi WC umum.
CONGRATULATION....
Oya, jangan tanya pula bagaimana tentang buanyaknya perokok yang salah ruang.
Tidak cuma di bus-bus omprengan yang pengap dan sesak,
di restoran-restoran yang jelas-jelas serba tertutup dan berpendingin ruangan,
tetapi juga di rumah-rumah mereka sendiri.
Bahkan ada seorang bapak-bapak yang sedang menimang bayinya lengkap dengan rokok mengepul di bibirnya seperti ketel uap dari mulutnya, dengan bayi sendiri sabagai penadahnya.
Maka jangankan orang lain, bahkan bayi sendiri pun di asapi gitu lho!!!
Jadi, jika cuma ada seseorang yang enggan memberi tahu tentang mesin ATM yang rusak kepada pemakai berikutnya, itu adalah soal yang memang harus di maafkan dan kalau perlu malah harus disambut dengan gembira.
Kawanku...
Di Indonesia ini, cadangan maaf memang harus demikian besarnya karena jumlah pelanggaran dan kesalahan sepertinya memang jauh di atas jumlah maaf yang tersedia.
Walau yang belangsung itu sesungguhnya pasti bukan lagi peristiwa maaf-memaafkan tetapi sudah menyerupai sikap putus asa.
Putus asa kepada jumlah pelanggaran yang telah di luar takaran itulah yang kemudian membuat kita secara bersama-sama memilih diam dan seolah-olah sabar terhadap kesalahan.
Dan itulah keadaan yang disebut oleh Stephen Covey sebagai konspirasi gelap.
Konspirasi yang tidak terang-benderang, seolah-lah tidak ada tetapi begitu nyata dan ganas daya rusaknya.
Karena konspirasi ini ibarat seseorang yang sedang berlari bersama-sama, saling bantu-membantu, dorong mendorong, tarik-menarik tetapi koq cuma untuk masuk ke satu lubang secara berjamaah.
Nah, konspirasi semacam inilah yang rasanya sedang berlangsung di sekujur urusan, secara intensif, pasti dan berbahaya.
Itulah yang di sebut keadaan saling dukung mendukung.
BAHU MEMBAHU MEMBELA YANG KELIRU
MAJU TAK GENTAR MENDUKUNG SANG ONAR!
Rabu, 20 Oktober 2010
Asal nulis
Kalo ada orang yg bilang aku ganteng.
Aku suka buru2 ngaca.
Bener ga sih?
Yup,
wajahku ini memang suka aneh.
kadang bisa tiba2 ganteng gak ke tulungan,
kadang juga sewaktu-waktu bisa mendadak jelek tak karu-karuan.
Dan itulah momen2 paling menyebalkan.
Akan tetapi, yang bikin kita jd mendadak ganteng itu sejatinya memang bukan karena rias wajah, tapi lebih di karenakan inteleqtuality kita.
Lho koq bisa?
Orang cerdas itu sebetulnya ganteng, cantik, seksi.
Orang yang otaknya cerdas atow jenius, ia bisa menyesuaikan diri, bisa membaca situasi, bisa fleksibel, supel, dan variabel.
Oleh karenanya, meskipun wajahnya itu tak terlalu ganteng tapi kalo otaknya cerdas.
Maka dia suka terlihat mantes. penampilannya luwes. matanya awas bak mata elang. penciumannya tajam seperti tikus.
kalo bertindak atow melakukan apapun, pasti berbeda dengan orang bodoh.
Ia sedikit lebih efisiyen, dan apa yang ia lakukan seolah-olah tampak artistik dan menarik. Jeli dan penuh perhitungan.
Kadang seleranya suka agak-agak highclas gitu, yo wajar. Wong Cerdas koq, berarti dia mampu.
Kalo ada orang yang seleranya atow cita2-nya tinggi, yo jangan di hina atow di ledek..
Tapi telusuri dia, jangan2 dia itu memang cerdas.
Sebab,
Yang menjadi tolak ukur tinggi rendahnya cita2 seseorang adalah kecerdasannya, bukan hartanya.
Harta itu khan hanya sekedar galah, atow "gantar" kalo istilah sunda mah.
Si harta itu hanya sebagai galah untuk menggapai cita2 itu.
Makanya ada pepatah yg mengatakan.
Gantungkanlah cita2mu setinggi langit.
Ya, memang harus.
harus di gantungkan.
Nah, untuk mengambilanya gimana?
Ya itu tadi, Yakni pake harta.
Bukan di tumpuk2 atow di bikin tangga, tapi harta itu buat modal sekolah yang tinggi,
nah, dengan sekolah yang tinggi itulah cita2-mu yg dulu kau gantungkan di langit ke tujuh itu akhirnya bisa juga kau gapai..
Namun, lagi2 yg menentukan tinggi atow rendahnya cita2 kita itu adalah intelektual kita.
kalo kita punya otak cerdas, maka sering kali cita2 kita ini seakan2 melambung tinggi.
ingin ini, ingin itu, seperti doraemon.
tapi tidak apa2, bagus itu. berarti suatu hari nanti kita pasti mampu menggapainya.
Di dunia ini khan tak ada yg tak mungkin, apapun bisa terjadi.
Orang2 di jaman batu, pasti berpikir:
"Ah, mana mungkin kita bisa terbang ke bulan..?"
Buktinya.
Orang2 jaman sekarang tlah menjawabnya dgn kecerdasannya...
So, Apapun yg terjadi dan apapun yg kita pikirkan di dunia ini akan slalu penuh dgn kemungkinan.
Kita akan menjadi apa yg kita pikirkan.
Maka itu pkirkanlah kita ini mau jadi apa?
<Saya Rozzi Narayan Mau jadi Hamba TUHAN yg beruntung DUNIA AKHERAT. AMiin>
Aku suka buru2 ngaca.
Bener ga sih?
Yup,
wajahku ini memang suka aneh.
kadang bisa tiba2 ganteng gak ke tulungan,
kadang juga sewaktu-waktu bisa mendadak jelek tak karu-karuan.
Dan itulah momen2 paling menyebalkan.
Akan tetapi, yang bikin kita jd mendadak ganteng itu sejatinya memang bukan karena rias wajah, tapi lebih di karenakan inteleqtuality kita.
Lho koq bisa?
Orang cerdas itu sebetulnya ganteng, cantik, seksi.
Orang yang otaknya cerdas atow jenius, ia bisa menyesuaikan diri, bisa membaca situasi, bisa fleksibel, supel, dan variabel.
Oleh karenanya, meskipun wajahnya itu tak terlalu ganteng tapi kalo otaknya cerdas.
Maka dia suka terlihat mantes. penampilannya luwes. matanya awas bak mata elang. penciumannya tajam seperti tikus.
kalo bertindak atow melakukan apapun, pasti berbeda dengan orang bodoh.
Ia sedikit lebih efisiyen, dan apa yang ia lakukan seolah-olah tampak artistik dan menarik. Jeli dan penuh perhitungan.
Kadang seleranya suka agak-agak highclas gitu, yo wajar. Wong Cerdas koq, berarti dia mampu.
Kalo ada orang yang seleranya atow cita2-nya tinggi, yo jangan di hina atow di ledek..
Tapi telusuri dia, jangan2 dia itu memang cerdas.
Sebab,
Yang menjadi tolak ukur tinggi rendahnya cita2 seseorang adalah kecerdasannya, bukan hartanya.
Harta itu khan hanya sekedar galah, atow "gantar" kalo istilah sunda mah.
Si harta itu hanya sebagai galah untuk menggapai cita2 itu.
Makanya ada pepatah yg mengatakan.
Gantungkanlah cita2mu setinggi langit.
Ya, memang harus.
harus di gantungkan.
Nah, untuk mengambilanya gimana?
Ya itu tadi, Yakni pake harta.
Bukan di tumpuk2 atow di bikin tangga, tapi harta itu buat modal sekolah yang tinggi,
nah, dengan sekolah yang tinggi itulah cita2-mu yg dulu kau gantungkan di langit ke tujuh itu akhirnya bisa juga kau gapai..
Namun, lagi2 yg menentukan tinggi atow rendahnya cita2 kita itu adalah intelektual kita.
kalo kita punya otak cerdas, maka sering kali cita2 kita ini seakan2 melambung tinggi.
ingin ini, ingin itu, seperti doraemon.
tapi tidak apa2, bagus itu. berarti suatu hari nanti kita pasti mampu menggapainya.
Di dunia ini khan tak ada yg tak mungkin, apapun bisa terjadi.
Orang2 di jaman batu, pasti berpikir:
"Ah, mana mungkin kita bisa terbang ke bulan..?"
Buktinya.
Orang2 jaman sekarang tlah menjawabnya dgn kecerdasannya...
So, Apapun yg terjadi dan apapun yg kita pikirkan di dunia ini akan slalu penuh dgn kemungkinan.
Kita akan menjadi apa yg kita pikirkan.
Maka itu pkirkanlah kita ini mau jadi apa?
<Saya Rozzi Narayan Mau jadi Hamba TUHAN yg beruntung DUNIA AKHERAT. AMiin>
Senin, 27 September 2010
ANGGREK YANG MELENGKUNG
Entah kenapa aku ini koq sangat menyukai bunga anggrek.
Apakah karena bentuk dan warna anggrek itu yang terkesan elegan?
Ataukah hanya karena jenisnya yang beragam dan bermacam-macam?
Entahlah..
Yang jelas.
Dari segi keharuman memang masih kalah semerbak jika di bandingkan dengan melati.
Tetapi, dari segi kemunculannya ia adalah exsotic dan artistic.
Bayangkan,
Si anggrek ini, ia bisa begitu menyeruak dengan anggunnya di antara hiruk pikuk keangkuhan belantara.
Bentuknya yang nyaris menyerupai entah, membuat ia terlihat begitu ningrat dengan semburat aura yang begitu kuat.
Mungkin karena alasan itu pula lah, hingga si anggrek ini di jadikan simbol keningratan seorang wanita oleh Prabu Rakkai Maheisa dari kerajaan kalingga.
Sedikit ngarang memang.
Tapi seperti itulah cerita dari seorang pengarang.
Maka jangan heran pula, jika Asmarawan sekaliber Syaikh A rozz pun amat sangat menyukai anggrek.
Ada pengalaman menarik dari anggrek ini.
Sekitar Sepuluh tahunan yang lalu, aku pernah menanam sekuntum anggrek.
Dan ku pot begitu saja di sisi pagar rumahku.
Ku sebut begitu saja, karena sebetulnya ia adalah anggrek yang tak terawat.
Sebab, setelah ku tanam begitu saja.
Aku sudah tak lagi merawatnya karena kemudian aku harus pergi mengembara ke luar kota.
Kota yang slalu penuh dengan lintah dari negeri antah barantah.
Dan tentu saja, sejatinya bukanlah kota itu yang ingin aku ceritakan di sini.
tetapi aku hanya ingin bercerita soal anggrek yang aneh bin nyeleneh itu.
Kalau pun si anggrek itu masih hidup hingga kini, itu tak lebih dari ketidaksengajaan ibuku atau keluargaku yang slalu membuang air tepat ke arah tempat anggrek itu berada.
Tetapi dari sisi tata letak, perawatan dan perhatian, betapa ia adalah tanaman sebatang kara.
Terburuk adalah letaknya yang centang perenang sedemikian rupa itu sehingga cahaya sama sekali tidak pernah menjangkaunya.
Ia nyelip diujung pagar dengan matahari yang selalu terhalang untuk menyentuhnya.
Tegasnya, ia adalah anggrek tanpa sinar.
Tetapi selama ia berada di pagar itu, tak henti-hentinya ia memberi kami bunga jika musimnya telah tiba.
Ungu, segar dan tahan berlama-lama.
Jika bunga itu merekah, bukan cuma keluargaku yang menyapa, tetapi juga orang-orang lewat dan para tetangga:
''Duh cantiknya,'' begitu biasanya puji mereka.
Setiap komentar, membuat keluargaku bahagia.
Dan begitulah memang watak pujian.
Jika pun ia dialamatkan kepada barang-barang kita, maka bahagiannya akan singgah ke kita juga.
Setelah sekian lama anggrek ini memberi keluargaku bunga padahal dengan perawatan ala kadarnya,
Maka ketika aku kembali lagi ke rumahku dari pengembaraan yang tak pernah jelas endingnya.
Dan ketika sambil iseng ku perhatikan bentuk anggrek itu, sampailah aku pada keheranan yang tak ku pikir sebelumnya.
Sebuah keheranan yang memaksaku terpaksa harus termenung tanpa ujung hingga bingung.
Yakni, betapa seluruh tubuh anggrek ini koq ternyata cuma bergerak ke satu jurusan saja.
Yaitu menjulur ke luar, tepat ke bibir pagar arahnya.
Gerakan ini tidak di bentuk oleh siapapun, tetapi anggrek itu sendirilah yang membentuknya.
Butuh waktu bertahan-tahun memang, bagi tanaman ini untuk membengkokkan dirinya seperti itu,
tetapi agaknya itulah satu-satunya cara agar ia bisa hidup, bertumbuh dan bisa mendermakan elok lewat bunga-bunganya.
Butuh waktu bertahun-tahun!
Dan taksiranku, lebih dari sepuluh tahun sudah sejak anggrek itu ada di sana.
Awalnya memang aku acuh tak acuh.
Tetapi jika kita mau sedikit saja menafakurinya.
Maka Subhanallah.
Sesungguhnya ia tlah mengajarkan sesuatu kepada kita.
Lalu siapa yang meminta anggrek itu melengkungkan tubuhnya untuk menuju arah yang sama?
Oh, ternyata adalah kebutuhannya atas cahaya.
Pojok yang dihuni anggrek itu,
sebetulnya adalah sisi gelap dan cuma di luar pagar itulah cahaya berada.
Setitik demi setitik anggrek itu menjulurkan tubuhnya.
Sel demi sel ia mengulur diri untuk menuju seberkas cahaya.
Cahaya itu memang cuma beberapa inchi saja dari tubuhnya,
cahaya itu cukup berada di luar pagar, wilayah yang tak terhalang tembok tetangga.
Tetapi bagi si anggrek, itulah jarak yang amat jauh, yang harus ditempuh dengan hitungan tahun.
Bahkan lebih dari sepuluh tahun karena pot itu telah ada di sana sejak kakakku masih perjaka hingga sekarang sudah berumah tangga beranak dua. Dan kabar terakhir adalah duda.
Aku sebetulnya malu pada anggrek yang senantiasa berjuang mencari cahaya tanpa mengeluh ini.
Sebuah perjalanan yang intens, yang secara konsisten ia lakukan tanpa peduli apakah keluargaku sedang memperhatikannya atau tidak.
"Yang saya tau, cahaya itu ada di sana, dan langkah ini, harus terus menuju ke sana," begitulah pasti tekad anggrek itu.
Kini, tak perlulah aku menebak-nebak lagi, karena ia telah menyodori aku bukti atas seluruh jerih payahnya itu.
Maka setiap aku melihat anggrek itu, aku koq seperti melihat sebuah kekuatan keyakinan - atas segala sesuatu.
Betapapun lemahnya kita,
siapapun kita ini,
maka ia akan menjadi teramat kuat jika ia sedang rindu berjalan menuju cahaya.
< Saya Rozzi Narayan Untuk Pembaca Yang Budiman >
Apakah karena bentuk dan warna anggrek itu yang terkesan elegan?
Ataukah hanya karena jenisnya yang beragam dan bermacam-macam?
Entahlah..
Yang jelas.
Dari segi keharuman memang masih kalah semerbak jika di bandingkan dengan melati.
Tetapi, dari segi kemunculannya ia adalah exsotic dan artistic.
Bayangkan,
Si anggrek ini, ia bisa begitu menyeruak dengan anggunnya di antara hiruk pikuk keangkuhan belantara.
Bentuknya yang nyaris menyerupai entah, membuat ia terlihat begitu ningrat dengan semburat aura yang begitu kuat.
Mungkin karena alasan itu pula lah, hingga si anggrek ini di jadikan simbol keningratan seorang wanita oleh Prabu Rakkai Maheisa dari kerajaan kalingga.
Sedikit ngarang memang.
Tapi seperti itulah cerita dari seorang pengarang.
Maka jangan heran pula, jika Asmarawan sekaliber Syaikh A rozz pun amat sangat menyukai anggrek.
Ada pengalaman menarik dari anggrek ini.
Sekitar Sepuluh tahunan yang lalu, aku pernah menanam sekuntum anggrek.
Dan ku pot begitu saja di sisi pagar rumahku.
Ku sebut begitu saja, karena sebetulnya ia adalah anggrek yang tak terawat.
Sebab, setelah ku tanam begitu saja.
Aku sudah tak lagi merawatnya karena kemudian aku harus pergi mengembara ke luar kota.
Kota yang slalu penuh dengan lintah dari negeri antah barantah.
Dan tentu saja, sejatinya bukanlah kota itu yang ingin aku ceritakan di sini.
tetapi aku hanya ingin bercerita soal anggrek yang aneh bin nyeleneh itu.
Kalau pun si anggrek itu masih hidup hingga kini, itu tak lebih dari ketidaksengajaan ibuku atau keluargaku yang slalu membuang air tepat ke arah tempat anggrek itu berada.
Tetapi dari sisi tata letak, perawatan dan perhatian, betapa ia adalah tanaman sebatang kara.
Terburuk adalah letaknya yang centang perenang sedemikian rupa itu sehingga cahaya sama sekali tidak pernah menjangkaunya.
Ia nyelip diujung pagar dengan matahari yang selalu terhalang untuk menyentuhnya.
Tegasnya, ia adalah anggrek tanpa sinar.
Tetapi selama ia berada di pagar itu, tak henti-hentinya ia memberi kami bunga jika musimnya telah tiba.
Ungu, segar dan tahan berlama-lama.
Jika bunga itu merekah, bukan cuma keluargaku yang menyapa, tetapi juga orang-orang lewat dan para tetangga:
''Duh cantiknya,'' begitu biasanya puji mereka.
Setiap komentar, membuat keluargaku bahagia.
Dan begitulah memang watak pujian.
Jika pun ia dialamatkan kepada barang-barang kita, maka bahagiannya akan singgah ke kita juga.
Setelah sekian lama anggrek ini memberi keluargaku bunga padahal dengan perawatan ala kadarnya,
Maka ketika aku kembali lagi ke rumahku dari pengembaraan yang tak pernah jelas endingnya.
Dan ketika sambil iseng ku perhatikan bentuk anggrek itu, sampailah aku pada keheranan yang tak ku pikir sebelumnya.
Sebuah keheranan yang memaksaku terpaksa harus termenung tanpa ujung hingga bingung.
Yakni, betapa seluruh tubuh anggrek ini koq ternyata cuma bergerak ke satu jurusan saja.
Yaitu menjulur ke luar, tepat ke bibir pagar arahnya.
Gerakan ini tidak di bentuk oleh siapapun, tetapi anggrek itu sendirilah yang membentuknya.
Butuh waktu bertahan-tahun memang, bagi tanaman ini untuk membengkokkan dirinya seperti itu,
tetapi agaknya itulah satu-satunya cara agar ia bisa hidup, bertumbuh dan bisa mendermakan elok lewat bunga-bunganya.
Butuh waktu bertahun-tahun!
Dan taksiranku, lebih dari sepuluh tahun sudah sejak anggrek itu ada di sana.
Awalnya memang aku acuh tak acuh.
Tetapi jika kita mau sedikit saja menafakurinya.
Maka Subhanallah.
Sesungguhnya ia tlah mengajarkan sesuatu kepada kita.
Lalu siapa yang meminta anggrek itu melengkungkan tubuhnya untuk menuju arah yang sama?
Oh, ternyata adalah kebutuhannya atas cahaya.
Pojok yang dihuni anggrek itu,
sebetulnya adalah sisi gelap dan cuma di luar pagar itulah cahaya berada.
Setitik demi setitik anggrek itu menjulurkan tubuhnya.
Sel demi sel ia mengulur diri untuk menuju seberkas cahaya.
Cahaya itu memang cuma beberapa inchi saja dari tubuhnya,
cahaya itu cukup berada di luar pagar, wilayah yang tak terhalang tembok tetangga.
Tetapi bagi si anggrek, itulah jarak yang amat jauh, yang harus ditempuh dengan hitungan tahun.
Bahkan lebih dari sepuluh tahun karena pot itu telah ada di sana sejak kakakku masih perjaka hingga sekarang sudah berumah tangga beranak dua. Dan kabar terakhir adalah duda.
Aku sebetulnya malu pada anggrek yang senantiasa berjuang mencari cahaya tanpa mengeluh ini.
Sebuah perjalanan yang intens, yang secara konsisten ia lakukan tanpa peduli apakah keluargaku sedang memperhatikannya atau tidak.
"Yang saya tau, cahaya itu ada di sana, dan langkah ini, harus terus menuju ke sana," begitulah pasti tekad anggrek itu.
Kini, tak perlulah aku menebak-nebak lagi, karena ia telah menyodori aku bukti atas seluruh jerih payahnya itu.
Maka setiap aku melihat anggrek itu, aku koq seperti melihat sebuah kekuatan keyakinan - atas segala sesuatu.
Betapapun lemahnya kita,
siapapun kita ini,
maka ia akan menjadi teramat kuat jika ia sedang rindu berjalan menuju cahaya.
< Saya Rozzi Narayan Untuk Pembaca Yang Budiman >
Senin, 20 September 2010
MAYA MEDIA Pictures
"Trilogi "THE MAGICAL MADAM" is over.
Tulisan itu terpampang jelas di halaman depan CUPID MAGAZINE.
"TRIO EL TERANCAM BUBAR"
berita mengenai keretakan persahabatan TRIO EL yang fenomenal itu kini kian santer di tayangkan di media-media.
Terutama CUPID MAGAZINE yang tlah menjadi basicnya slama bertahun-tahun.
Terpuruknya moral EL-Q < Rozzi Narayan, sang sutradara muda multitalenta> akibat terjerumus lagi ke dalam narkoba, di tuduh sebagai biang keladinya.
Ending kisah petualangan Sang Ratu bersama pengawalnya pun menjadi kabur dan ngawur.
tak jelas juntrungannya.
Akankah mereka - EL-Q, EL-MOM, dan EL-C - bersatu kembali?
Di kalangan para pecinta, siapa sih yang tak kenal mereka.
Tiga serangkai yang berjuluk Trio EL - yang antara lain:
-EL-Q --- <Rozzi narayan>
-EL-MoM --- < Shinta Devi LS >
-EL-C --- < Aldy Aditya > itu.
Sempat membikin gempa bumi seantero CMC dengan exsistensinya yang sensational dan kontroversial.
- EL-Q, yang tak lain adalah Rozzi Narayan.
Sang sutradara muda multitalenta ini memang akhir-akhir ini slalu menjadi pusat perhatian karena karakternya yang di anggap mendadak berubah aneh dan yeleneh.
Asmarawan terbaik 2002, 2003, 2005, 2008 dan 2010 ini memang sedang mengalami penurunan moral setelah putus dengan kekasihnya Adilla putri Ramadhan awal tahun ini.
Dengan Usianya yang tak lagi muda <26> ia sempat di juluki sebagai ABG tertua oleh MMP Comunnity.
Meski wajahnya tak setampan sahabatnya EL-C, tapi ia punya kharisma yang luar biasa.
Punya kelebihan dalam IQ,SQ, dan AQ, dan ia sangat piawai dalam hal meramu strategi. Apa pun itu.
Maka tak heran jika ialah yang sering manjadi otak atau dalang di belakang kedua sahabatnya itu.
Dan ia suka mengklaim dirinya sebagai ASMARAWAN, yg bisa menciptakan teori-teori PEDEKATE kapada para cewek.
dan teorinya itu sudah di buktikan oleh EL-C. Dan terbukti benar.
-Shinta devi LS = EL-MoM :
Usia 23. Selain cantik luar dalam, dan kuliah di jurusan kedokteran. Ia pun punya kelebihan dalam mata bathin.
tegasnya ia punya indera ke enam.
Maka tak heran jika ia di juluki EL-MOM. "THE MAGICAL MADAM" <Master of Mistery>
Dan, dialah satu-satunya wanita yang bisa mengalahkan dan mementahkan teori-teori EL-Q soal cewek.
Ia juga yang mampu menghentikan Teori EL-Q tentang cewek agar tidak menyebar dan menjadi malapetaka.
-Aldy Aditya = EL-C.
Usia 25. Ia adalah kekasihnya EL-MOM.
Dan berwatak PlayBoy.
Selain punya wajah yang unik dengan mata Belo, ia juga punya kelebihan dalam teknologi komputer, ia jago ngerakit komputer.
Orangnya kadang jarang serius. Humoris tapi cuek. Alias dingin.
Dan itulah yang mmbuat EL-mom tertarik dengannya.
Mereka bertiga dengan kelebihannya masing-masing, mencoba untuk membangun sebuah komunitas.
Yakni:
KAHANIA COMUNNITY yang kemudian di rubah lagi menjadi CUPID MAGAZINE COMUNNITY,
yang berbasic pada sebuah majalah mini, yang terbit sebulan sekali, di kawasan bandung timur.
Sebuah majalah yang mengupas tentang suka duka para pecinta dari mulai yang sudah menikah atau pun yang masih lajang.
Semua masalah-masalahnya di kupas tuntas oleh CUPID MAGAZINE.
Di bawah asuhan Rozzi Narayan atau EL-Q.
Dan setelah penggemar mereka kian bertambah banyak.
Kemudian komunitas ini mereka kembangkan lagi dengan cara menggandeng sebuah stasiun Radio yang siap menyuarakan suara hati para pecinta.
Acara curhat-curhatan pun menjadi salah satu acara paling favourite dan banyak di gemari karena pembawaan sang peniyar < Rozzi Narayan > yang begitu luwes dan sudah mereka kenal dari tulisan-tulisannya di majalah hingga mereka seolah tak asing lagi, dan merasa cocok untuk urusan curhat-curhatan.
Maka, dari mulut ke mulut, penggemar pun kian bertambah banyak.
Mulai dari ibu-ibu hingga gadis remaja.
Mulai dari masalah rumah tangga hingga masalah cinta anak muda.
Dan mereka pun di beri kebebasan untuk saling mengenal dan ber-shareing-ria.
Akhirnya tiap satu tahun sekali di adakan jumpa fans dengan meriah.
Siapa yang untung?
Dan di mana peluang keuntungannya itu?
Hal pertama yang harus di lakukan adalah mencari orang atau penggemar sebanyak-banyaknya.
Lalu kita mengikatnya dengan sebuah doktrin.
Kita satukan pikiran mereka dan itulah yang paling penting.
seperti halnya semboyan para fans fanatik-nya Liverpool:
"Your's never walk alone".
Tapi sebelum kita satukan pikiran mereka.
Kita beri dulu mereka kesenangan-kesenangan dan hiburan-hiburan.
Biarkan mereka mengidolakan kita.
jika mereka sudah mengidolakan kita.
Maka kita pun akan gampang sekali untuk memasukan produk-produk kita.
Bagaimana?
Ok?
Tulisan itu terpampang jelas di halaman depan CUPID MAGAZINE.
"TRIO EL TERANCAM BUBAR"
berita mengenai keretakan persahabatan TRIO EL yang fenomenal itu kini kian santer di tayangkan di media-media.
Terutama CUPID MAGAZINE yang tlah menjadi basicnya slama bertahun-tahun.
Terpuruknya moral EL-Q < Rozzi Narayan, sang sutradara muda multitalenta> akibat terjerumus lagi ke dalam narkoba, di tuduh sebagai biang keladinya.
Ending kisah petualangan Sang Ratu bersama pengawalnya pun menjadi kabur dan ngawur.
tak jelas juntrungannya.
Akankah mereka - EL-Q, EL-MOM, dan EL-C - bersatu kembali?
Di kalangan para pecinta, siapa sih yang tak kenal mereka.
Tiga serangkai yang berjuluk Trio EL - yang antara lain:
-EL-Q --- <Rozzi narayan>
-EL-MoM --- < Shinta Devi LS >
-EL-C --- < Aldy Aditya > itu.
Sempat membikin gempa bumi seantero CMC dengan exsistensinya yang sensational dan kontroversial.
- EL-Q, yang tak lain adalah Rozzi Narayan.
Sang sutradara muda multitalenta ini memang akhir-akhir ini slalu menjadi pusat perhatian karena karakternya yang di anggap mendadak berubah aneh dan yeleneh.
Asmarawan terbaik 2002, 2003, 2005, 2008 dan 2010 ini memang sedang mengalami penurunan moral setelah putus dengan kekasihnya Adilla putri Ramadhan awal tahun ini.
Dengan Usianya yang tak lagi muda <26> ia sempat di juluki sebagai ABG tertua oleh MMP Comunnity.
Meski wajahnya tak setampan sahabatnya EL-C, tapi ia punya kharisma yang luar biasa.
Punya kelebihan dalam IQ,SQ, dan AQ, dan ia sangat piawai dalam hal meramu strategi. Apa pun itu.
Maka tak heran jika ialah yang sering manjadi otak atau dalang di belakang kedua sahabatnya itu.
Dan ia suka mengklaim dirinya sebagai ASMARAWAN, yg bisa menciptakan teori-teori PEDEKATE kapada para cewek.
dan teorinya itu sudah di buktikan oleh EL-C. Dan terbukti benar.
-Shinta devi LS = EL-MoM :
Usia 23. Selain cantik luar dalam, dan kuliah di jurusan kedokteran. Ia pun punya kelebihan dalam mata bathin.
tegasnya ia punya indera ke enam.
Maka tak heran jika ia di juluki EL-MOM. "THE MAGICAL MADAM" <Master of Mistery>
Dan, dialah satu-satunya wanita yang bisa mengalahkan dan mementahkan teori-teori EL-Q soal cewek.
Ia juga yang mampu menghentikan Teori EL-Q tentang cewek agar tidak menyebar dan menjadi malapetaka.
-Aldy Aditya = EL-C.
Usia 25. Ia adalah kekasihnya EL-MOM.
Dan berwatak PlayBoy.
Selain punya wajah yang unik dengan mata Belo, ia juga punya kelebihan dalam teknologi komputer, ia jago ngerakit komputer.
Orangnya kadang jarang serius. Humoris tapi cuek. Alias dingin.
Dan itulah yang mmbuat EL-mom tertarik dengannya.
Mereka bertiga dengan kelebihannya masing-masing, mencoba untuk membangun sebuah komunitas.
Yakni:
KAHANIA COMUNNITY yang kemudian di rubah lagi menjadi CUPID MAGAZINE COMUNNITY,
yang berbasic pada sebuah majalah mini, yang terbit sebulan sekali, di kawasan bandung timur.
Sebuah majalah yang mengupas tentang suka duka para pecinta dari mulai yang sudah menikah atau pun yang masih lajang.
Semua masalah-masalahnya di kupas tuntas oleh CUPID MAGAZINE.
Di bawah asuhan Rozzi Narayan atau EL-Q.
Dan setelah penggemar mereka kian bertambah banyak.
Kemudian komunitas ini mereka kembangkan lagi dengan cara menggandeng sebuah stasiun Radio yang siap menyuarakan suara hati para pecinta.
Acara curhat-curhatan pun menjadi salah satu acara paling favourite dan banyak di gemari karena pembawaan sang peniyar < Rozzi Narayan > yang begitu luwes dan sudah mereka kenal dari tulisan-tulisannya di majalah hingga mereka seolah tak asing lagi, dan merasa cocok untuk urusan curhat-curhatan.
Maka, dari mulut ke mulut, penggemar pun kian bertambah banyak.
Mulai dari ibu-ibu hingga gadis remaja.
Mulai dari masalah rumah tangga hingga masalah cinta anak muda.
Dan mereka pun di beri kebebasan untuk saling mengenal dan ber-shareing-ria.
Akhirnya tiap satu tahun sekali di adakan jumpa fans dengan meriah.
Siapa yang untung?
Dan di mana peluang keuntungannya itu?
Hal pertama yang harus di lakukan adalah mencari orang atau penggemar sebanyak-banyaknya.
Lalu kita mengikatnya dengan sebuah doktrin.
Kita satukan pikiran mereka dan itulah yang paling penting.
seperti halnya semboyan para fans fanatik-nya Liverpool:
"Your's never walk alone".
Tapi sebelum kita satukan pikiran mereka.
Kita beri dulu mereka kesenangan-kesenangan dan hiburan-hiburan.
Biarkan mereka mengidolakan kita.
jika mereka sudah mengidolakan kita.
Maka kita pun akan gampang sekali untuk memasukan produk-produk kita.
Bagaimana?
Ok?
Sabtu, 18 September 2010
KEYBOARD USANG yang BIKIN AKU BERANG
Sebenarnya aku sedang malas sekali menulis,
Apalagi....
Kondisiku saat ini sedang tidak enak badan,
Di tambah lagi suasana hatiku yg sedang BETE-di sebabkan oleh sesuatu yg gak jelas.
Sebenarnya masalahnya sih sederhana sekali,
hanya gara2 pacarku yg dini hari itu belum tidur, bersikeras minta di temenin ngobrol lewat handphone.
Ya, tentu saja aku tidak bisa.
Pasalnya, HP-ku memang sedang berada di rumah Servis,
alias sedang rusak parah.
Rupanya...
Alasanku ini membuat pacarku itu BETE tak karu-karuan.
Dan celakanya...
Ke-BETE-an pacarku itu ikut-ikutan menular juga kepadaku....
Sekilas memang aneh.
BETE koq bisa menular gitu lho?
Namun, sepertinya semua itu sudah biasa terjadi pada kami,
mungkin juga bagi pasangan2 lain,
atow bagi orang2 yg sedang merajut benang2 Cinta.
Seperti ada semacam benang merah yg tak nampak, yg akan slalu menghubungkan perasaan hati kita masing2 dengan sendirinya.
Jika hati pacarku sedang di rundung kesedihan.
Maka hal itu selalu saja sampai ke hatiku,
misalnya saja:
Dengan tiba2 aku jadi teringat akan dirinya,
dan dengan tiba2 pula hatiku ini merasa sedih dan iba,
yg aku sendiri kadang gak ngerti apa penyebabnya??
"Lho koq, malah jadi curhat?"
Ya,
Ke-BETE-an ku ini memang masih terus berlanjut.
Kali ini datang dari Keybord Computer yg akan ku pake untuk mengetik.
Si Keybord itu memang sudah usang sekali bentuknya,
dan tentu saja karena sudah sering kali di pakai.
Bahkan, huruf2nya pun sudah tak pernah kelihatan lagi bagaimana bentuk dan wujudnya.
Hingga, ketika aku ingin mengetik huruf "I" saja, yg muncul malah "U".
karena si huruf "I" dan "U" ini memang slalu saja bergandengan,
hal ini benar2 menjengkelkan hatiku.
Jika soal mengetik saja masih slalu salah tekan,
lalu apa kata Moehammad Dipenogoro nantinya tentang penulis ini..
Beliau pasti akan mentertawakan Sang pengetik yg kaku ini.
"Penulis koq masih repot soal Keybord?"
Bukankah seorang penulis itu seharusnya sudah lancar mengetik dengan sepuluh jari tanpa harus melihat lagi huruf2 yg ada di Keybord?
Yup,
Mengetik dengan sepuluh jari memang tak lagi memerlukan Otak sadar,
karena semuanya sudah di atur oleh Otak alam bawah sadar kita,
Hanya saja,
bisakah Otak alam bawah sadarku ini bekerja dengan baik disaat hatiku sedang BETE??
HENING.
Tak ada jawaban.
Aku pun malas untuk menjawabnya,
Yang ingin ku lakukan sekarang adalah..
pergi ke dapur, membikin Kopi Susu,
lalu duduk lagi di depan Computer.
Kali ini aku mencari Lagu2 Favorite-ku di My Stuf,
Kemudian segera melanjutkan kembali tulisanku yg sebentar lagi mau aku akhiri.
Sembari nyeruput Kopu susu,
dengerin Music favorite sekaligus mengetik.
Bodo amat lah dengan huruf2 Keybord yg sudah gundul itu,
aku takkan lagi melihatnya,
aku takkan lagi peduli dengan si Huruf "I" yang slalu saja ketuker dgn huruf "U" itu.
Aki hanya tudak mau mood-ku inu di kacaukan oleh Sebiah benda mati yg bernama KEYBORD.
Masa toh, hanya gara2 Keybord saja, Mood-ki jadu Risak??
Masa uya, kuta kalah ama Keybord....??
Apalagi....
Kondisiku saat ini sedang tidak enak badan,
Di tambah lagi suasana hatiku yg sedang BETE-di sebabkan oleh sesuatu yg gak jelas.
Sebenarnya masalahnya sih sederhana sekali,
hanya gara2 pacarku yg dini hari itu belum tidur, bersikeras minta di temenin ngobrol lewat handphone.
Ya, tentu saja aku tidak bisa.
Pasalnya, HP-ku memang sedang berada di rumah Servis,
alias sedang rusak parah.
Rupanya...
Alasanku ini membuat pacarku itu BETE tak karu-karuan.
Dan celakanya...
Ke-BETE-an pacarku itu ikut-ikutan menular juga kepadaku....
Sekilas memang aneh.
BETE koq bisa menular gitu lho?
Namun, sepertinya semua itu sudah biasa terjadi pada kami,
mungkin juga bagi pasangan2 lain,
atow bagi orang2 yg sedang merajut benang2 Cinta.
Seperti ada semacam benang merah yg tak nampak, yg akan slalu menghubungkan perasaan hati kita masing2 dengan sendirinya.
Jika hati pacarku sedang di rundung kesedihan.
Maka hal itu selalu saja sampai ke hatiku,
misalnya saja:
Dengan tiba2 aku jadi teringat akan dirinya,
dan dengan tiba2 pula hatiku ini merasa sedih dan iba,
yg aku sendiri kadang gak ngerti apa penyebabnya??
"Lho koq, malah jadi curhat?"
Ya,
Ke-BETE-an ku ini memang masih terus berlanjut.
Kali ini datang dari Keybord Computer yg akan ku pake untuk mengetik.
Si Keybord itu memang sudah usang sekali bentuknya,
dan tentu saja karena sudah sering kali di pakai.
Bahkan, huruf2nya pun sudah tak pernah kelihatan lagi bagaimana bentuk dan wujudnya.
Hingga, ketika aku ingin mengetik huruf "I" saja, yg muncul malah "U".
karena si huruf "I" dan "U" ini memang slalu saja bergandengan,
hal ini benar2 menjengkelkan hatiku.
Jika soal mengetik saja masih slalu salah tekan,
lalu apa kata Moehammad Dipenogoro nantinya tentang penulis ini..
Beliau pasti akan mentertawakan Sang pengetik yg kaku ini.
"Penulis koq masih repot soal Keybord?"
Bukankah seorang penulis itu seharusnya sudah lancar mengetik dengan sepuluh jari tanpa harus melihat lagi huruf2 yg ada di Keybord?
Yup,
Mengetik dengan sepuluh jari memang tak lagi memerlukan Otak sadar,
karena semuanya sudah di atur oleh Otak alam bawah sadar kita,
Hanya saja,
bisakah Otak alam bawah sadarku ini bekerja dengan baik disaat hatiku sedang BETE??
HENING.
Tak ada jawaban.
Aku pun malas untuk menjawabnya,
Yang ingin ku lakukan sekarang adalah..
pergi ke dapur, membikin Kopi Susu,
lalu duduk lagi di depan Computer.
Kali ini aku mencari Lagu2 Favorite-ku di My Stuf,
Kemudian segera melanjutkan kembali tulisanku yg sebentar lagi mau aku akhiri.
Sembari nyeruput Kopu susu,
dengerin Music favorite sekaligus mengetik.
Bodo amat lah dengan huruf2 Keybord yg sudah gundul itu,
aku takkan lagi melihatnya,
aku takkan lagi peduli dengan si Huruf "I" yang slalu saja ketuker dgn huruf "U" itu.
Aki hanya tudak mau mood-ku inu di kacaukan oleh Sebiah benda mati yg bernama KEYBORD.
Masa toh, hanya gara2 Keybord saja, Mood-ki jadu Risak??
Masa uya, kuta kalah ama Keybord....??
Langganan:
Postingan (Atom)